Analisis Perbandingan Perencanaan Bangunan Gedung SMK-SMAK Makassar Dengan Expasion Joint Dan Tanpa Expansion Joint Pada Dilatasi Bangunan Gedung

Authors

  • Mutmainnah Universitas Islam Makassar
  • Zainal Arifin Halim Universitas Islam Makassar
  • Andi Muhammad Ashad Sadiq Universitas Islam Makassar

Keywords:

Dilatasi, Expansion joint, ETABS, Gempa, Simpangan antar lantai, Periode Alami, Gaya Geser, P-Delta

Abstract

Indonesia merupakan wilayah rawan gempa sehingga perencanaan struktur gedung perlu mempertimbangkan penggunaan dilatasi. Namun, bangunan dengan panjang <60 m dan denah beraturan berpotensi mengalami inefisiensi jika tetap menggunakan expansion joint. Penelitian ini membandingkan kinerja struktur Gedung SMK-SMAK Makassar (54,3 m, 4 lantai) antara model dengan expansion joint dan tanpa expansion joint. Metode yang digunakan adalah analisis komparatif numerik dengan ETABS v2022, mengacu pada SNI 1727:2020 dan SNI 1726:2019 untuk wilayah Makassar kelas situs SE(tanah lunak). Hasil menunjukkan model tanpa expansion joint mereduksi simpangan antar lantai rata-rata 15,65% (arah X) dan 7,52% (arah Y), periode alami lebih rendah (0,920 detik vs 0,940 detik), serta gaya geser dasar turun 1,99%. Kedua model memenuhi batas aman SNI. Disimpulkan bahwa desain tanpa expansion joint lebih efisien tanpa mengorbankan keselamatan.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Mutmainnah, Halim, Z. A., & Ashad Sadiq, A. M. (2026). Analisis Perbandingan Perencanaan Bangunan Gedung SMK-SMAK Makassar Dengan Expasion Joint Dan Tanpa Expansion Joint Pada Dilatasi Bangunan Gedung. Jurnal Mahakarya Konstruksi, 3(1), 222–227. Retrieved from http://www.jurnal.tekniksipil-uim.ac.id/index.php/jmk/article/view/316