Studi Perencanaan dan Pengembangan Jaringan Irigasi Tambak Daerah Sajoanging Kabupaten Wajo
DOI:
https://doi.org/10.63877/jbk.v4i1.253Kata Kunci:
Jaringan Irigasi Tambak, Pasang Surut, Kebutuhan Air Irigasi,, Sajoanging, Budidaya BandengAbstrak
Pengembangan jaringan irigasi tambak di daerah pasang surut berperan penting dalam meningkatkan produktivitas budidaya perikanan. Penelitian ini bertujuan merencanakan jaringan irigasi tambak di Daerah Sajoanging, Kabupaten Wajo, untuk mengubah sistem budidaya bandeng dari tradisional menjadi semi intensif. Metode yang digunakan meliputi analisis pasang surut dengan metode Admiralty, perhitungan kebutuhan air irigasi tambak berdasarkan evaporasi, perkolasi, dan curah hujan efektif, serta perencanaan dimensi saluran pembawa dan pembuang menggunakan persamaan Strikler. Hasil penelitian menunjukkan elevasi dasar tambak rata-rata -0,65 m dan elevasi muka air tambak +0,55 m, yang berada di antara elevasi surut rencana (-1,00 m) dan elevasi pasang rencana (+1,03 m), sehingga memungkinkan sistem pemberian dan pembuangan air secara gravitasi. Kebutuhan air irigasi total untuk budidaya bandeng sebesar 8,69 lt/dt/ha, terdiri atas kebutuhan air asin 8,14 lt/dt/ha dan air tawar pencampur 0,55 lt/dt/ha. Perencanaan ini diharapkan meningkatkan frekuensi panen dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali per tahun serta meningkatkan kesejahteraan petani tambak.
Referensi
L. M Agus, “Pengaruh Investasi Di Sektor Kelautan dan Pengeluaran Pemerintah Di sektor Kelautan Terhadap Ekspor Produk Perikanan di Indonesia Tahun 2014-2023 dalam Perspektif Ekonomi islam,” 2025, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
S. F. Marzuki, “Perencanaan Saluran Irigasi Tersier Desa Bontomatene Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto,” J. Pengabdi. Masy. Konstr., vol. 1, no. 1, pp. 6–11, 2023.
I. Prihartini et al., Sistem Pertanian Berkelanjutan: Tantangan, Model dan Pengembangan. Star Digital Publishing, 2025.
M. Mansyur, A. G. Tantu, H. Hadijah, and S. Budi, “Kajian Potensi Tambak Udang Vannamae Litopenaeus vannamei Pada Lahan Marjinal Di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan: Studi Kasus Kecamatan Cempa,” Urban Reg. Stud. J., vol. 4, no. 1, pp. 26–35, 2021.
D. N. Khaerudin and D. S. Krisnayanti, “Penerapan Saluran Pencampur Pada Sistem Irigasi Tambak The Application Of Mixer Channel For Fish Pond Irrigation System,” j. irigasi–vol, vol. 9, no. 1, 2014.
a. agustiana, “kajian s2ts”.
s. supriyono, w. s. pranowo, s. rawi, and b. herunadi, “analisa dan perhitungan prediksi pasang surut menggunakan metode admiralty dan metode least square (studi kasus perairan tarakan dan balikpapan),” j. chart datum, vol. 1, no. 1, pp. 9–20, 2015.
a. t. al-musawa, “teknik pembesaran ikan bandeng (chanos chanos) dengan sistem semi intensif pada kolam beton di balai perikanan budidaya air payau, situbondo, jawa timur.,” 2023, universitas airlangga.
z. a. halim and s. f. marzuki, “pengaturan giliran penggunaan air per saluran sekunder pada jaringan irigasi baliase kiri,” j. bangunan konstr., vol. 1, no. 1, pp. 28–32, 2023.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Bangunan Konstruksi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta @2023. Ini adalah artikel akses terbuka yang didistribusikan di bawah ketentuan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/) yang mengizinkan penggunaan non-komersial tanpa batas , distribusi dan reproduksi di media apa pun.

