Analisis Quantity Take Off Berbasis BIM 5D Pada Pekerjaan Struktur Beton Bangunan Bertingkat Studi Kasus SMK-SMAK Makassar

Authors

  • Febri Rahmi Universitas Islam Makassar
  • Ilham Idrus Universitas Islam Makassar
  • Zainal Arifin Halim Universitas Islam Makassar

Keywords:

BIM 5D, Quantity Take Off, Volume Material, Deviasi Volume

Abstract

Estimasi volume pekerjaan struktur beton pada bangunan bertingkat sering mengalami deviasi kuantitas akibat kompleksitas geometri pada titik pertemuan antarelemen struktur, sehingga metode konvensional dinilai kurang akurat dibandingkan pendekatan Building Information Modeling (BIM) 5D. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan hasil Quantity Take Off (QTO) berbasis BIM 5D dan metode konvensional pada elemen kolom, balok, tie beam, dan pelat, dengan studi kasus SMK SMAK Makassar. Metode yang digunakan adalah deskriptif-komparatif kuantitatif, melalui pemodelan tiga dimensi menggunakan Autodesk Revit 2024 berdasarkan Detail Engineering Design, yang dibandingkan dengan perhitungan manual, kemudian dianalisis deviasi volume dan pengaruhnya terhadap biaya. Hasil penelitian menunjukkan volume BIM 5D sebesar 1.914,44 m³ (Rp2.321.000.050,60), lebih kecil dari metode konvensional sebesar 2.016,64 m³ (Rp2.444.903.753,60), dengan selisih 5,07%; elemen pelat menunjukkan deviasi terbesar (-10,25%) dan menyumbang 89,3% dari total selisih biaya. Disimpulkan bahwa BIM 5D lebih sistematis, akurat, dan efisien dibandingkan metode konvensional dalam proses QTO.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Rahmi, F., Idrus, I., & Halim, Z. A. (2026). Analisis Quantity Take Off Berbasis BIM 5D Pada Pekerjaan Struktur Beton Bangunan Bertingkat Studi Kasus SMK-SMAK Makassar . Jurnal Mahakarya Konstruksi, 3(1), 207–217. Retrieved from https://www.jurnal.tekniksipil-uim.ac.id/index.php/jmk/article/view/299

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.